Laman

Senin, 18 Januari 2016

Apa sih Rumah Belajar Daar El Fikr itu ?



     Rumah Belajar Daar El Fikr adalah sebuah model pendidikan yang berusaha mengadaptasi apa yang telah dibuktikan oleh nabi kita Muhammad sholallahu alaihi wasallampada masanya ke masa kini dan masa dimana masa generasi robbani kelak menjadi pemimpin di muka bumi ini. Rumah Belajar Daar El Fikr berprinsip pendidikan terbaik itu adalah yang dilakukan oleh rosulullah. Saat itu para sahabat belajar di tempat beratap pelepah kurma. 
      Tapi gurunya kualitas nomer satu yaitu rosulullah. Bagaimana rosulullah mengajar yaitu dengan contoh suri tauladan. Rumah Belajar Daar El Fikr berusaha mengembangkan pendidikan bagi semua (seluruh ummat manusia) dan belajar dari semua makhluk yang ada di alam semesta.

       Rumah Belajar Daar El Fikr pada dasarnya adalah bentuk pendidikan alternatif yang menggunakan alam semesta sebagai tempat belajar, bahan mengajar dan juga sebagai objek pembelajaran. Dengan konsep pendidikan ini anak-anak diharapkakn bisa belajar dari alam lingkungan sekitar dan mengaitkan pelajaran
Anak -anak belajar di Rumah Belajar Daar El Fikr dengan belajar duduk lesehan dan kelas yang digunakan tidak tertutup seperti saung. Itupun tidak terlalu sering digunakan karena anak lebih sering melakukan belajar dan praktek di lapangan atau alam sekitar.
     Konsep belajar melalui pengalaman yang didapat langsung sambil bermain dan berinteraksi di alam terbuka ini jelas membuat anak tidak mudah bosan saat belajar.

Konsep pendidikan alternatif di alam terbuka menjadikan anak-anak dan guru lebih aktif, bersemangat, dan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan. Anak-anak ekolah alam diajarkan untuk dekat dengan alam, bercocok tanam, membudidayakan dan mendaur ulang hasil alam, mulai dari menanam tanaman sendiri, menuai hasilnya, memakan makanan organik dari kebun sendiri dan diajarkan cara mengolah atau memproduksi makanan itu sendiri memiliki nilai jual tinggi.
       Rumah Belajar Daar El Fikr ini terisnpirasi oleh pengamatan kami bahwa anak-anak mempunyai potensi dan bakat yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Sehingga mereka butuh wadah untuk menyalurkan kemampuan mereka masing-masing.
      Bisa dikatakan gagasan ini muncul karena kami ingin “back to nature” dalam arti mengembalikan fitrah anak didik sesuai kapasitas kemampuannya (tanpa pemaksaan untuk mempelajari mata pelajaran yang diwajibkan) dan kembali akrab dengan lingkungan.
       Dengan adanya konsep Rumah Belajar Daar El Fikr ini diharapkan anak-anak bisa lebih menghayati apa yang dipelajarinya, juga menjadikan pembelajaran menjadi lebih variatif dan tidak membosankan. Alam, kehidupan dan lingkungan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, sehingga anak-anak siap menghadapi tantangan di kehidupan yang nyata.Potensi dan bakat anak pun tersalurkan dan berkembang demi masa depannya dengan tetap memiliki karakter yang kuat.
                                                                                                                       
 (Ummu Hani Sari R, S.Pd.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon maaf
Memberikan komentar dengan santun dan bijak adalah diantara
kebaikan dan tata krama seseorang