Rumah Belajar Daar El Fikr adalah sebuah model pendidikan yang berusaha
mengadaptasi apa yang telah dibuktikan oleh nabi kita Muhammad sholallahu
alaihi wasallampada masanya ke masa kini dan masa dimana masa generasi robbani
kelak menjadi pemimpin di muka bumi ini. Rumah Belajar Daar El Fikr berprinsip pendidikan
terbaik itu adalah yang dilakukan oleh rosulullah. Saat itu para sahabat
belajar di tempat beratap pelepah kurma.
Tapi gurunya kualitas nomer satu yaitu
rosulullah. Bagaimana rosulullah mengajar yaitu dengan contoh suri tauladan. Rumah Belajar Daar El Fikr berusaha mengembangkan pendidikan bagi semua (seluruh ummat
manusia) dan belajar dari semua makhluk yang ada di alam semesta.
Rumah Belajar Daar El Fikr pada dasarnya adalah bentuk pendidikan alternatif yang menggunakan alam semesta sebagai tempat belajar, bahan mengajar dan juga sebagai objek pembelajaran. Dengan konsep pendidikan ini anak-anak diharapkakn bisa belajar dari alam lingkungan sekitar dan mengaitkan pelajaran
Anak -anak belajar di Rumah Belajar Daar El Fikr dengan belajar duduk
lesehan dan kelas yang digunakan tidak tertutup seperti saung. Itupun tidak
terlalu sering digunakan karena anak lebih sering melakukan
belajar dan praktek di lapangan atau alam sekitar.
Konsep belajar melalui pengalaman yang didapat langsung
sambil bermain dan berinteraksi di alam terbuka ini jelas membuat anak tidak
mudah bosan saat belajar.
Konsep pendidikan alternatif di alam terbuka menjadikan
anak-anak dan guru lebih aktif, bersemangat, dan kegiatan belajar mengajar
menjadi lebih menyenangkan. Anak-anak ekolah alam diajarkan untuk dekat dengan
alam, bercocok tanam, membudidayakan dan mendaur ulang hasil alam, mulai dari
menanam tanaman sendiri, menuai hasilnya, memakan makanan organik dari kebun
sendiri dan diajarkan cara mengolah atau memproduksi makanan itu sendiri
memiliki nilai jual tinggi.
Rumah Belajar Daar El Fikr ini terisnpirasi oleh pengamatan kami bahwa
anak-anak mempunyai potensi dan bakat yang berbeda antara satu dengan yang
lainnya. Sehingga mereka butuh wadah untuk menyalurkan kemampuan mereka
masing-masing.
Bisa dikatakan gagasan ini muncul karena kami ingin “back to
nature” dalam arti mengembalikan fitrah anak didik sesuai kapasitas
kemampuannya (tanpa pemaksaan untuk mempelajari mata pelajaran yang diwajibkan)
dan kembali akrab dengan lingkungan.
Dengan adanya konsep Rumah Belajar Daar El Fikr ini diharapkan anak-anak bisa lebih
menghayati apa yang dipelajarinya, juga menjadikan pembelajaran menjadi lebih
variatif dan tidak membosankan. Alam, kehidupan dan lingkungan dimanfaatkan
sebagai media pembelajaran, sehingga anak-anak siap menghadapi tantangan di
kehidupan yang nyata.Potensi dan bakat anak pun tersalurkan dan berkembang demi masa depannya dengan tetap memiliki karakter yang kuat.
(Ummu Hani Sari R, S.Pd.)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon maaf
Memberikan komentar dengan santun dan bijak adalah diantara
kebaikan dan tata krama seseorang