Laman

Rabu, 27 Januari 2016

Pengaruh Kehidupan Masa Lalu Terhadap Pola Asuh Kepada Anak

Tanggal 20 bulan Januari 2016

Mengawali tahun baru di bulan Januari ,pengampu pendidikan Daar El Fikr (DEF) mengikuti seminar yang diadakan oleh Yayasan Mutiara Hati di Perumnas Karawang yang dihantarkan oleh Bpk Mego Husodo ,M.Psi. Ini salah satu usaha untuk selalu meng-upgrade kualitas diri dari pengampu pendidikan yang ada di DEF.

Tema kali ini mengangkat Pengaruh Kehidupan Masa Lalu Terhadap Pola Asuh Kepada Anak Kita. Semua manusia pasti punya masa lalu dan pasti masa lalu tidak bisa dipisahkan dari kehidupan seorang manusia. Masa lalu merupakan cerminan hidup kita yang sekarang kita jalani.

Dan masa lalu bukan untuk dilupakan karena ada sisi-sisi positif sehingga kita bisa bertahan sampai saat ini, jika masa lalu itu ada sisi negatifnya, maka kita bijaksana dalam menyikapi itu semua serta mampu mengambil ibrah dari pengalaman itu.

Dalam penuturannya, Pak Mego bahwa hidup ini ada 11 jebakan yang manusia mengalaminya . Jebakan ini berperan terhadap mindset dan menjadi tolak ukur manusia bertingkah laku pada kehidupan yang dia jalani. Dibawah ini dipaparkan 11 jebakan dalam kehidupan manusia , yaitu :
1.       Abandonment
Jebakan kehidupan dikarenakan kurangnya rasa aman di dalam keluarga waktu kecil. Kehilangan orang yang dicintai baik karena meninggal atau jarang dirumah membuat orang tersebut merasa ditinggalkan atau dibuang.
2.       Mistrust and abuse
Merupakan jebakan kehidupan y ang berkaitan dengan rasa aman dalam keluarga seperti sering dibohongi dan dilecehkan semasa kecil. Ini menyebabkan seseorang tumbuh dengan rasa curiga was-was dan ketakutan luar biasa.
3.       Dependence
Jebakan kehidupan yang selalu membuat orang sangat bergantung sama orang lain. Mengambil keputusan sendiri sangat sulit, selalu ragu, bingung dan panik kalau harus membuat keputusan. Dikarenakan semasa kecilnya orang tua selalu mengambil keputusan orang tua . Orangtua demikian tergolong super overprotective dan otoriter.
4.       Vulnerability
Rasa rapuh yang berlebihan akan membuat seseorang “merasa” hidup di dunia yang penuh dengan masalah, ancaman, perang, bencana dan penyakit.
5.       Emotional Deprivation
Adalah jebakan yang diderita oleh orang-orang yang semasa kecilnya kurang mendapatkan kehangatan dan kasih sayang secara cukup.
6.       Social Exclusion
Adalah kondisi dimana seseorang selalu merasa asing atau malah mengasingkan diri dari kehidupan sosialnya.
7.       Defectiveness
Muncul dalam bentuk harga diri yang rendah dan merasa inferior dibandingkan dengan orang lain.

8.       Failure
Jebakan kehidupan ini dimana seseorang selalu merasa gagal dalam seluruh aspek kehidupannya.
9.       Subjugation
Jebakan yang membuat orang selalu patuh dan menyenangkan orang lain.
10.   Unrelating Standards
Sering menimpa orang yang semasa kecilnya terlalu ditekan untuk menjadi yang terbaik dengan mengorbankan masa kanak-kanaknya.
11.   Entitlemen
Jebakan kehidupan yang membuat seseorang merasa berhak atas apapun yang dia inginkan. Orang ini selalu merasa diatas orang lain.

Itulah paparan singkat jebakan-jebakan yang pernah dialami mungkin oleh sebagian dari kehidupan manusia pada masa lalu. Namun janganlah kita terus larut dalam jebakan-jebakan tersebut tapi marilah kita ubah mindset kita dengan cara berfikir lebih positif dan saling peduli dengan anak-anak kita. Saatnyalah kita rubah pola pikir kita dari jebakan-jebakan tersebut.

Masa lalu adalah masa lalu, tetapi masa lalu adalah bagian dari hidup kita. Masa lalu adalah pijakan kita sebagai orang tua bagi anak-anak kita di masa mendatang. Anak-anak kita adalah aset dunia dan akhirat.  Masa lalu yang positif kita jadikan pedoman bagi kehidupan anak-anak kita, masa lalu yang negatif menjadi acuan untuk kita merubahnya ke arah yang lebih baik
.
Di akhir seminar, Pak Mego mengatakan, hanya ada 4 hal dari pengaruh masa lalu, bahwa masa lalu tidak bisa kita lupakan tapi masa lalu hanya butuh :
·        . Penghargaan
·         Kasih sayang
·         Pengakuan
·         Perlindungan

Demikianlah semoga bermanfaat dan mendapatkan pencerahan bagi kita para orang tua dan pendidik untuk selalu terus belajar dan belajar .Terus menempa dan mengolah diri agar mendapatkan anak-anak yang bahagia dan sukses dunia dan akhirat.

25 Januari 2016
By Ummu Hani Sari Romlah,S.Pd


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon maaf
Memberikan komentar dengan santun dan bijak adalah diantara
kebaikan dan tata krama seseorang