Tanggal 20 bulan Januari 2016
Mengawali tahun baru di bulan Januari ,pengampu pendidikan
Daar El Fikr (DEF) mengikuti seminar yang diadakan oleh Yayasan Mutiara Hati di
Perumnas Karawang yang dihantarkan oleh Bpk Mego Husodo ,M.Psi. Ini salah satu
usaha untuk selalu meng-upgrade kualitas diri dari pengampu pendidikan yang ada
di DEF.
Tema kali ini mengangkat Pengaruh Kehidupan Masa Lalu
Terhadap Pola Asuh Kepada Anak Kita. Semua manusia pasti punya masa lalu dan pasti
masa lalu tidak bisa dipisahkan dari kehidupan seorang manusia. Masa lalu merupakan
cerminan hidup kita yang sekarang kita jalani.
Dan masa lalu bukan untuk
dilupakan karena ada sisi-sisi positif sehingga kita bisa bertahan sampai saat
ini, jika masa lalu itu ada sisi negatifnya, maka kita bijaksana dalam menyikapi
itu semua serta mampu mengambil ibrah dari pengalaman itu.
Dalam penuturannya, Pak Mego bahwa hidup ini ada 11 jebakan
yang manusia mengalaminya . Jebakan ini berperan terhadap mindset dan menjadi
tolak ukur manusia bertingkah laku pada kehidupan yang dia jalani. Dibawah ini
dipaparkan 11 jebakan dalam kehidupan manusia , yaitu :
1.
Abandonment
Jebakan kehidupan dikarenakan kurangnya rasa aman di dalam keluarga waktu
kecil. Kehilangan orang yang dicintai baik karena meninggal atau jarang dirumah
membuat orang tersebut merasa ditinggalkan atau dibuang.
2.
Mistrust and abuse
Merupakan jebakan kehidupan y ang berkaitan dengan rasa aman dalam
keluarga seperti sering dibohongi dan dilecehkan semasa kecil. Ini menyebabkan
seseorang tumbuh dengan rasa curiga was-was dan ketakutan luar biasa.
3.
Dependence
Jebakan kehidupan yang selalu membuat orang sangat bergantung sama orang
lain. Mengambil keputusan sendiri sangat sulit, selalu ragu, bingung dan panik
kalau harus membuat keputusan. Dikarenakan semasa kecilnya orang tua selalu mengambil
keputusan orang tua . Orangtua demikian tergolong super overprotective dan
otoriter.
4.
Vulnerability
Rasa rapuh yang berlebihan akan membuat seseorang “merasa” hidup di dunia
yang penuh dengan masalah, ancaman, perang, bencana dan penyakit.
5.
Emotional Deprivation
Adalah jebakan yang diderita oleh orang-orang yang semasa kecilnya kurang
mendapatkan kehangatan dan kasih sayang secara cukup.
6.
Social Exclusion
Adalah kondisi dimana seseorang selalu merasa asing atau malah
mengasingkan diri dari kehidupan sosialnya.
7.
Defectiveness
Muncul dalam bentuk harga diri yang rendah dan merasa inferior
dibandingkan dengan orang lain.
8.
Failure
Jebakan kehidupan ini dimana seseorang selalu merasa gagal dalam seluruh
aspek kehidupannya.
9.
Subjugation
Jebakan yang membuat orang selalu patuh dan menyenangkan orang lain.
10.
Unrelating Standards
Sering menimpa orang yang semasa kecilnya terlalu ditekan untuk menjadi
yang terbaik dengan mengorbankan masa kanak-kanaknya.
11.
Entitlemen
Jebakan kehidupan yang membuat seseorang merasa berhak atas apapun yang
dia inginkan. Orang ini selalu merasa diatas orang lain.
Itulah paparan singkat jebakan-jebakan yang pernah dialami
mungkin oleh sebagian dari kehidupan manusia pada masa lalu. Namun janganlah
kita terus larut dalam jebakan-jebakan tersebut tapi marilah kita ubah mindset
kita dengan cara berfikir lebih positif dan saling peduli dengan anak-anak
kita. Saatnyalah kita rubah pola pikir kita dari jebakan-jebakan tersebut.
Masa lalu adalah masa lalu, tetapi masa lalu adalah bagian
dari hidup kita. Masa lalu adalah pijakan kita sebagai orang tua bagi anak-anak
kita di masa mendatang. Anak-anak kita adalah aset dunia dan akhirat. Masa lalu yang positif kita jadikan pedoman
bagi kehidupan anak-anak kita, masa lalu yang negatif menjadi acuan untuk kita
merubahnya ke arah yang lebih baik
.
Di akhir seminar, Pak Mego mengatakan, hanya ada 4 hal dari
pengaruh masa lalu, bahwa masa lalu tidak bisa kita lupakan tapi masa lalu
hanya butuh :
· . Penghargaan
·
Kasih sayang
·
Pengakuan
·
Perlindungan
Demikianlah
semoga bermanfaat dan mendapatkan pencerahan bagi kita para orang tua dan
pendidik untuk selalu terus belajar dan belajar .Terus menempa dan mengolah
diri agar mendapatkan anak-anak yang bahagia dan sukses dunia dan akhirat.
25
Januari 2016
By
Ummu Hani Sari Romlah,S.Pd
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon maaf
Memberikan komentar dengan santun dan bijak adalah diantara
kebaikan dan tata krama seseorang