Sebuah realita tersajikan di hadapan kita setiap detiknya,
repotase buramnya potret kehidupan masyarakat yang jauh dari nilai-nilai
moralitas seakan menjadi menu pelengkap yang terpinggirkan karena dianggap
bukan yang utama. Akibatnya, masyarakat semakin terjauhkan dari sebuah esensi
terpenting dalam kehidupan.
Tidak adanya keteladanan dan jumud dalam membuka diri terhadap perubahan yang menggila menjadi aktor utama degradasi moral dan etika ummat, bersanding pula sistem yang lebih mengedepankan rasionalitas dan duniawi. Sebagian pula bertopengkan syariah menolak terhadap arus perubahan, sehingga akhirnya gagap menghadapi kompleksnya problematika.
Keluarga adalah pranata terkecil yang merupakan tulang punggung keberhasilan sebuah ummat . Di dalamnya
dibutuhkan ayah dan ibu yang sinergis dan se-visi dalam membina rumah tangga
dengan berpondasikan ilmu yang benar. Dari rumahlah semuanya berawal, faktor
keteladanan adalah ruh utama terbentuknya sebuah karakter seorang anak.
Sayangnya, tidak jarang keluarga juga menjadi sebuah virus yang menyebabkan
seorang anak tergadaikan agama dan karakternya. Orangtua lebih mementingkan
sebaris nilai dan selembar pengakuan kelulusan.
Sebuah beban berat menanti ummat
manakala hanya nilai ijazah yang menjadi parameter keberhasilan. Ditambah
sistem pendidikan yang di desain menjadikan anak-anak seolah robot yang kita
tanam sistem operasinya atau wayang dengan kita sebagai dalangnya. Kita
tentukan mereka menjadi apa kelak. Padahal sejatinya setiap anak semenjak lahir memiliki
keberagaman dan keunikan yang tersendiri satu dengan lainnya. Mereka adalah ’
pembelajar sejati’ yang berani bertanya
dan bereksplorasi dengan cara mereka sendiri. Seharusnya kita memberikan
rangsangan dan fasilitas serta bimbingan yang mumpuni untuk mengembangkan
potensi mereka.
Mencetak generasi qur`ani, berhatikan
madinah bukan berarti menafikan bakat dan potensi anak serta daya khayal dan
ciri khas mereka dalam tumbuh kembangnya sebagai seorang anak. Upaya terpadu
nan sistematis harus tersaji dalam sebuah kurikulum kompherensif untuk
merangkaikan itu semua untuk meraih apa yang mereka inginkan.
Jadi saatnya kita bergerak !
Untuk sebuah perubahan masa depan
Untuk anak- anak kita
(AA)
Jadi saatnya kita bergerak !
Untuk sebuah perubahan masa depan
Untuk anak- anak kita
(AA)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon maaf
Memberikan komentar dengan santun dan bijak adalah diantara
kebaikan dan tata krama seseorang