Laman

Kamis, 04 Februari 2016

Waduk Walahar, Kami Datang....


     Alhamdulillah, kemarin hari Rabu, 3 Februari 2016 bertepatan 24 Rabi`ul Akhir 1437, teman teman dari Rumah Belajar Daar El Fikr Karawang berkunjung ke Waduk Walahar Karawang. Mereka berangkat bermobil bersama Ustadz Asassudin. Dimulai dengan dzikir pagi, doa naik kendaraan dan doa keluar rumah. Di dalam kendaraan, lantunan tahsin Surat Al Baqarah bergantian dilantunkan teman- teman dengan bimbingan Ustadz Assasudin.
 Sesampainya di Waduk Walahar, segera mereka berhamburan melihat kegagahan waduk yang di bangun jaman Belanda. Sesudah puas melihat - lihat dari atas waduk. Tiba - tiba,
"Wah .. ada biawak !" seru Azzam, teman- temannya segera melihat seekor biawak dengan gesit menuruni lereng dinding penangkis waduk. 
      Sayangnya teman- teman DF melihat kondisi waduk atau bendungan yang kotor dan penuh sampah. Padahal waduk ini memberikan sumbangsih vital bagi Karawang. Belum lagi, tidak ada pemberdayaan perikanan yang mampu memberi manfaat lebih. Fasilitas waduk untuk pariwisata kurang maksimal. Sehingga keindahan Waduk Walahar pun tercoreng. 

Kekompakan ayah dan anak
       Setelah puas melihat dari atas waduk, teman- teman DF beralih berteduh di dekat sungai , mereka bebas menuangkan kreasinya tentang waduk. Ada yang menggambar, menulis dalam bahasa Inggris (ups.. ini bagian Ummu Hani Sari R yang jago bahasa Inggris ). Ustadaz Abu Hani dengan piawainya menjelaskan sifat air pada anak- anak DF.      
       Ustadz Assasudin pu ikut berkreasi, menuangkan idenya dalam bentuk artikel bahasa Arab. Wah Ustadz Abu Hani membuat prototipe perahu nelayan dari kertas buat anak- anak Rubel DF yunior. Pak guru lainnya, Ami Firdaus bercerita tentang bendungan dan peristiwa hikmah. Semoga bermaanfaat ya.... Tak terasa menjelang siang, lelah menerpa. Mereka beristirahat sejenak memakan bekal yang tersedia setelah mengumpulkan hasil kreasinya ke Ummu Aiman. Jangan lupa cuci tangan dulu.

Balapan mengambil sampah
       Yup semangat lagi... saatnya bersih-bersih. Sebagai bentuk kepedulian pada lingkungan, menjadi ciri khas Daar El Fikr melakukan kebersihan di lokasi outing, termasuk di Waduk Walahar.  Semua guru dan anak ikut mengambil sampah. Sebelum dzuhur, teman teman DF pulang, kembali ke base campnya dimana Desa Bengle. Pulangnya membeli buah mangga dan sirsak. Ehm.. lezat  nan segarnya, alhamdulillah. Teman- teman, jangan lupa ya kerjakan "Uji Nyali" dan "Ayo Berpetualang" di base camp.
       Jazakumulahu khair semuanya. Semoga memberi manfaat dunia dan akhirat.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon maaf
Memberikan komentar dengan santun dan bijak adalah diantara
kebaikan dan tata krama seseorang